Problematika Anak Tengah
Haii....
Perkenalkan saya adalah manusia yang merasa bingung harus bagaimana dalam menghadapi anak tengah.
Saya adalah anak ke 4 dari 5 bersaudara. Singkat cerita saat Ibu saya telah tiada, maka kakak pertama saya yang harus menggantikan perannya sebagai Ibu. Walau saya mengerti dan paham betul arti Ibu tidak akan ada yang bisa menggantikan. Tetapi untuk peran ini kakak saya sebagai yang tertua ingin yang terbaik untuk adik-adiknya sehingga ada saat dimana beliau ingin adiknya menjadi lebih baik. Saya paham karna dia memegang tanggung jawab besar sebagai yang tertua. saat itu dia masih diumur 26 tahun dan belum menikah.
Permasalahan ini bermula saat kakak ke 3 saya (Anak Tengah) memutuskan hubungan dengan kami. Dia mencoba mandiri (katanya). Pada saat itu kami sekeluarga bingung harus bagaimana menahannya. karena kami tahu sebelum ibu saya meninggal, beliau sudah berpesan untuk tidak meninggalkan rumah dan ingin kami tinggal bersama apapun yang terjadi.
Alibi yang dikatakan Anak tengah pada saat itu adalah *Untuk apalagi saya ada dirumah ini, kalo Ibu saja sudah tidak ada. kalian harusnya senang saya tidak ada karna tidak ada yang membuat kalian kesal,*katanya.
Flashback sebelum hal ini terjadi adalah :
Saat Ibu masih ada, Anak tengah ini selalu ingin diberi kebebasan, tidak mau dikekang, dan mengikuti apa yang ingin dia lakukan. Kebebasan ini mulai dia rasakan saat dia mulai bekerja, saat dia bertemu dengan teman-teman baru yang memperlihatkan pergaulan bebas padanya. mulai dari merokok hingga beberapa hari tidak pulang. Ibu saya yang khawatir dengan pergaulannya cepat-cepat memberikan nasihat dengan sedikit bentakan karna panik takut anaknya akan lebih kearah yang lebih jauh lagi.
bersambung.....
Comments
Post a Comment